• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Belitung Mantapkan Tata Kelola Destinasi Pariwisata

Jumlah wisatawan di Belitung melesat tajam sejak tahun 2008 hingga 2012, yaitu dari 50.501 menjadi 111.163. Informasi tentang peningkatan kunjungan sekitar 100% ini disampaikan oleh Susanto selaku Kabid. Pengembangan Destinasi Pariwisata Kab. Belitung dalam kegiatan stakeholder meeting pada tanggal 25 Februari 2016 di Tanjung Pandan. Acara yang dibuka oleh Oneng Setya Harini selaku Asdep Tata Kelola Destinasi Pariwisata & Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar mendiskusikan berbagai isu strategis pengembangan Belitung sebagai destinasi pariwisata. Persaingan untuk menarik wisatawan, investasi dan tenaga kerja terampil ke dalam kawasan destinasi telah menjadi fenomena pembangunan global dan sekaligus menjadi tantangan pembangunan di daerah. Saat ini pemerintah telah mematok target capaian kunjungan wisatawan sejumlah 20 juta pada tahun 2019. Artinya, setiap  kawasan destinasi dituntut untuk mewujudkan kekuatan daya saing berdasarkan masing-masing potensi yang dimiliki. Sesungguhnya kapasitas daya saing dipastikan tergantung dari proses kristalisasi berbagai potensi sehingga menjadi kekuatan endogen. Oleh sebab itu penguatan tata kelola destinasi menjadi aspek strategis untuk membangun dan memperkuat kekuatan daya saing kawasan destinasi pariwisata di daerah. Pembagian peran dan kontribusi dari masing-masing unsur yang terlibat, termasuk melalui Destination Management Organization (DMO), khususnya yang dipresentasikan oleh Forum Tata Kelola Destinasi (FTKP) atau Kelompok Kerja Lokal Pariwisata (KKLP) mejadi sangat penting. Namun FTKP/KKLP sebagai ‘platform’ multistakeholder juga memiliki limitasi dalam menjalankan peran dan fungsinya. Diskursus tentang hal ini diperlukan untuk mengamati tantangan ke depan dan sekaligus mempersiapkan transformasi kelembagaan sesuai kebutuhan TKDP di setiap daerah, termasuk Kabupaten Belitung. 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics