• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Berhasilkah Pembangunan Wilayah Tanpa Kerjasama Antar Daerah?

 Sungguh memprihatinkan, bila saat ini masih saja banyak kegiatan perbaikan dan pengembangan konsep pembangunan wilayah (apapun sektornya) yang masih hanya mengandalkan pendekatan teknis dengan payung pelaksanaan struktural. Artinya, konsep dan pelaksanaan kegiatan mengandalkan 'kekuatan' perundangan dan peraturan normatif yang berlaku dengan upaya perbaikan konsep teknis kontemporer. Terlebih, ada pula upaya perbaikan konsepsional yang dilakukan tanpa ada petunjuk teknis pelaksanaan yang cukup dan berharap bahwa aplikasinya dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. Tidak mengherankan, bila produk perbaikan dan pengembangan tsb akan masih tetap terbawa oleh problem klasik pembangunan wilayah, yaitu kelemahan koordinasi, kerjasama dan komunikasi yang bermuara pada a.l. permasalahan disparitas, tumpang-tindih dan mis-koordinasi pelaksanaannya.
Otonomi Daerah dengan praktek desentralisasi pembangunannya akan terlalu kerdil bila hanya mengandalkan perbaikan dan pengembangan penguatan kapasitas pembangunan wilayah pada konteks struktural ini. Kerjasama Antar Daerah (KAD) sebagai pendekatan regionalisasi desentralistik (non-struktural) sesungguhnya memberikan peluang bagi daerah untuk menekan permasalahan klasik tersebut diatas. Bahkan melalui KAD - dalam konteks kewilayahan - daerah akan mampu mensinergikan berbagai potensi unggulannya menjadi suatu kekuatan kewilayahan dengan nilai daya saing yang tinggi. Di era globalisasi saat ini, maka potensi unggulan daerah hampir tidak berarti bila tidak berhasil ditransformasikan menjadi kekuatan kewilayahan. Hanya daerah-daerah yang sanggup mensinergikan potensi unggulannya menjadi kekuatan kewilayahan saja yang memiliki daya saing sehingga mampu berkompetisi dalam meraih kue pembangunan (baca:kesejahteraan melalui pembangunan berkelanjutan). Syarat utama keberhasilan untuk meraih kue pembangunan ini sebenarnya cukup simple, yaitu bila wilayah terkait senantiasa berhasil meraih atau mengembangkan nilai dan jumlah Investasi (perusahaan), Modal dan SDM Terampil demi memperoleh pembangunan wilayah berkelanjutan. Kedepan semakin tampak jelas bahwa daerah, khususnya kabupaten dan kota yang masih terbelenggu dengan ego-lokalnya tidak akan mampu memiliki 'kekuatan' dalam menarik ketiga kunci sukses kesejahteraan tsb diatas. Disinilah KAD menjadi relevan dan urgen untuk dilakukan. Dengan demikian, pembangunan wilayah tanpa mengikutsertakan konsep KAD merupakan konsep yang tidak lengkap dan dapat dipastikan akan gagal mengendalikan permasalahan disparitas dan tumpang-tindih pembangunan. ( Oleh: Benjamin Abdurahman)

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics