• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Jakarta Godok Lompatan Pembangunan Kepariwisataan

Berbagai upaya penguatan dan pemberdayaan pariwisata sebagai salah satu kunci sukses untuk mencapai pembangunan Jakarta sesuai visi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 yang maju dan membahagiakan warganya tercermin pada konsultasi publik RPJMD yang berlangsung pada tanggal 22 November 2017 di Balai Kota - DKI Jakarta. Acara yang dimoderatori oleh Mochamad Abbas selaku Kabid Program dan Pendanaan Pembangunan, Bappeda melibatkan berbagai elemen masyarakat, swasta, perguruan tinggi, media dan SKPD. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tinia Budiati dalam kesempatan dialog menegaskan komitmen Pemerintah DKI Jakarta untuk tidak hanya sekedar memperkuat pelestarian seni dan budaya khususnya Betawi, namun juga mendorong dari aspek pemberdayaanya. Upaya scaling up kapasitas para pelaku seni, sanggar hingga para mentor dengan demikian diharapkan dapat semakin mandiri dan  profesional. Untuk itu dukungan nyata program yang relevan perlu masuk pada RPJMD 2018-2022 sebagai payung berbagai kegiatan nantinya. Hal ini sejalan dengan harapan Bang Imron Hasbullah dari Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang menegaskan pentingnya membangun kemandirian kebudayaan Betawi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. Seni dan Budaya Betawi harus senantiasa berdiri tegak dan tidak terpengaruh pada gelombang dan dinamika arus kepentingan temporer.  LKB memiliki harapan besar terhadap Pemda DKI Jakarta saat ini untuk melakukan berbagai lompatan pembangunan kepariwisataan dan tidak lagi sekedar menjalankan intervensi dengan pola konvensional. Penguatan daya saing pariwisata DKI Jakarta membutuhkan terobosan, baik pada aspek regulasi/kebijakan, perencanaan dan kelembagaan/SDM. Berbagai event strategis, seperti misalnya  Asian Games 2018 harus menjadi momentum kebangkitan pemberdayaan kepariwisataan DKI Jakarta yang mencerminkan kemajuan Ibu Kota dan sekaligus termasuk membawa berkah bagi wilayah sekitarnya. Kelancaran koordinasi dan komunikasi pembangunan secara multi-dimensional dan multi-sektor dengan demikian menjadi sebuah keharusan. Salah satu usulan, agar Pemda DKI Jakarta memanfaatkan berbagai terobosan untuk menjawab tantangan ini, diantaranya dengan pemanfaatan platform komunikasi pembangunan (catalyst) setidaknya di setiap kawasan destinasi yang menjadi prioritas/unggulan. Sebuah wadah (non-struktural) komunikasi pembangunan destinasi yang berisikan unsur-unsur pemda, swasta, masyarakat, akademisi dan media  (classical penta helix) ini akan menjadi instrumen strategis untuk mengidentifikasi isu-isu dan pembagian peran sesuai kebutuhan sasaran dan target pembangunan. Berbagai kunci sukses pembangunan kepariwisataan kontemporer seperti pemanfaatan jejaring, kolaborasi, pembangunan berkelanjutan, berkeadilan dan bertanggung jawab dengan demikian semakin dekat untuk bisa diwujudkan. 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics