• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Kemenpar Mendukung Inisiasi Kerja Sama Pariwisata Kawasan Teluk Cenderawasih

Antusiasme untuk mendorong pembangunan melalui pengembangan pariwisata semakin kentara di beberapa daerah. Keterlibatan lintas sektor dan pelaku yang mengiringi kegiatan pariwisata diyakini mampu menjadi penggerak bagi penguatan kesejahteraan ekonomi yang lebih berkeadilan dan lingkungan berkelanjutan. Hal ini terekam dalam rapat konsultasi yang dipimpin oleh Asdep Tata Kelola Destinasi Pariwisata & Pemberdayaan Masyarakat Oneng Setya Harini yang membahas upaya ‘Penguatan Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Wilayah Teluk Cenderawasih’, pada Senin tanggal 4 April 2016 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Dalam presentasi yang disampaikan oleh koordinator program WWF wilayah kerja Teluk Cenderawasih Juswono Budisetiawan menunjukan berbagai potensi, tantangan dan isu-isu strategis yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak  di wilayah ini. Upaya konservasi lingkungan sangat relevan dengan kebutuhan kegiatan pariwisata yang berkelanjutan, karena dengan menjaga lingkungan maka kegiatan pariwisata dapat berjalan dengan optimal. Saat ini berbagai potensi budaya, alam daratan  dan bahari di wilayah Teluk Cenderawasih masih dikelola secara parsial dengan berbagai kelemahan koordinasi, komunikasi dan kerja sama.

Sebuah terobosan tata kelola pengembangan kawasan dalam konteks pariwisata telah mulai dirintis oleh beberapa kabupaten, seperti Teluk Wondama, Nabire dan Biak Numfor untuk membangun kerja sama. Inisiasi ini difasilitasi oleh WWF dan LEKAD yang berpengalaman dalam asistensi perencanaan, pelaksanaan dan monev kerja sama antardaerah. Aliansi pengembangan pariwisata dalam konteks regional Teluk Cenderawasih diyakini akan membawa dampak yang jauh lebih besar dibandingkan apabila masing-masing daerah bekerja sendiri.  Idealnya seluruh daerah  yang terkait, yaitu Teluk Wondama, Nabire, Biak Numfor, Yapen, Supiori dan Warofen dapat terhimpun dalam satu wadah kerja sama ini.

Suprihatna dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih menggarisbawahi pentingnya inisiasi ini untuk segera diwujudkan bersama dalam langkah-langkah yang konkrit kedepan. Patut disyukuri, bahwa Kemenpar mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh para pihak terkait dan berharap sektor-sektor dapat mengisi kebutuhan intervensi sesuai tupoksinya. 

Bram Maruayana selaku aktivis lingkungan sekaligus pelaku wisata hiu paus Kwatisore yang telah tersohor di lingkup dunia diving mengharapkan seluruh daerah terkait dapat memanfaatkan momentum semangat kebersamaan yang telah mendapat perhatian pusat ini untuk memperkuat daya saing dan kualitas pariwisata di wilayah Teluk Cenderawasih.

Diharapkan platform kelembagaan tata kelola pariwisata Teluk Cenderawasih dapat segera terbentuk dan bekerja sehingga kejelasan kebutuhan intervensi dapat diperoleh dan ditindaklanjuti. Kemenpar siap melakukan koordinasi ke bidang-bidang yang berada dalam lingkup kerjanya dan juga koordinasi lintas K/L sesuai kebutuhan.  Dalam kesempatan tersebut ditegaskan pula rencana pelaksanaan FGD yang akan dilakukan di Nabire dalam waktu dekat untuk melakukan konsolidasi sekaligus memperkuat konsep kerja sama tata kelola pariwisata di wilayah Teluk Cenderawasih. 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics