• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Kerja Sama Daerah Bisa Jadi Opsi Terobosan

Saat ini, di mana bermunculan banyak sekali inovasi yang bersifat senyap, tidak disadari oleh berbagai pihak, bahkan banyak pemda masih saja terlena. Tidak disadari, bahwa pola disruptive cepat atau lambat akan dirasakan. Hal ini terjadi bukan hanya dalam konteks pasar, namun juga pada konteks pembangunan daerah. Daerah yang minim inovasi akan berjalan di tempat dan menjalankan pemerintahan daerah layaknya business as usual tanpa lompatan pembangunan yang berarti. Jangan heran apabila saat ini muncul para leader daerah yang bergerak gesit / lincah memanfaatkan berbagai peluang selaras dengan pola disruptive pada dimensi pasar. Silahkan periksa apa yang terjadi di Surabaya dengan pengembangan konsep Tata Kotanya, Banyuwangi dengan pengembangan pariwisatanya, bahkan sebuah desa di Klaten, yaitu Umbul Ponggok dengan terobosan Desa Wisata yang mensejahterakan masyarakatnya dan masih banyak lagi. Salah satu karakteristik yang membedakan adalah di saat para leader daerah menyelesaikan permasalahan lama dengan cara-cara baru yang tidak biasa.

Pendekatan kerja sama daerah dipastikan sebagai cara baru yang berpeluang menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan, seperti a.l. terkait disparitas dan tumpang tindih program. Berbeda dengan pola koordinasi struktural yang biasa digunakan, maka melalui kerja sama daerah memanfaatkan jejaring (networking) yang mengedepankan komunikasi antar pihak yang terlibat di dalamnya.

Membangun jejaring komunikasi berlandaskan semangat kolaboratif sangat berbeda dengan format direktif-koordinatif yang biasa digunakan pada dimensi struktural. Membangun komitmen bersama berdasarkan kebutuhan kolektif diharapkan semakin mengukuhkan ownership (kepemilikan) terhadap berbagai kegiatan yang dikerjasamakan. Oleh sebab itu pemanfaatan kerja sama daerah (KSD) ke depan merupakan instrumen strategis bagi para pengambil kebijakan yang akan melakukan lompatan pembangunan di daerahnya.

Hal ini terungkap dalam diskusi yang disampaikan oleh Sekda Sorong Selatan, Dance Y. Flassy di sela-sela acara Rapat Koordinasi Penilaian Kapasitas KSD pada tanggal 12 Maret 2019 di Jakarta.  Dance Y. Flassy yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Fresesdasi Komwil Papua Barat periode 2018-2021 menegaskan pentingnya komunikasi yang cair ke semua pihak dalam rangka memecahkan berbagai kebuntuan di lapangan. Kerja sama merupakan salah satu pintu masuk yang perlu menjadi pertimbangan dan bahkan sebagai salah satu opsi untuk mencapai berbagai terobosan pembangunan berbasis saling menguntungkan.

Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Kerja Sama Daerah, maka diharapkan banyak daerah semakin jeli memanfaatkan KSD untuk memperkuat pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai tools perencanaan yang sesuai dengan tantangan pelaksanaan juga terus dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama berbagai pihak, diantaranya dengan dukungan National Support for Local Investment Climate/ National Support for Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSLRED) sebuah program dari pemerintah Kanada. 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics