• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Kiat Jakarta Kuatkan Daya Saing Pariwisata

Pemantapan pemerataan pembangunan harus menjadi orientasi program dan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh jajaran pemerintah DKI Jakarta. Arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini kembali diingatkan oleh Kabid Program dan Pendanaan Pembangunan /Bappeda, Mochamad Abbas sebagai moderator dalam acara MUSRENBANG di Balai kota pada tanggal 12 April 2018. Acara yang dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Frangky Mangatas Panjaitan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tinia Budiati beserta jajarannya dan Kepala Biro Perekonomian, Sri Haryati membahas penyusunan RKPD tahun anggaran 2019. Pariwisata Ibu Kota saat ini dihadapkan dengan persaingan yang semakin ketat di tingkat global. Target capaian wisatawan mancanegara (wisman) sejumlah 3 juta tahun lalu nyaris terpenuhi dengan jumlah 2,8 juta wisman. Saat ini berbagai terobosan telah disiapkan oleh Disparbud DKI Jakarta untuk menyiasati setumpuk permasalahan yang ada. Salah satu contohnya melalui penguatan komunikasi dan kolaborasi bersama para pelaku usaha dalam menggairahkan segmen pasar tertentu. Wisatawan dari negara tetangga di Asia Tenggara (Australia, Hong Kong, Malaysia, New Zealand, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand) yang dikenal memiliki kecenderungan memilih paket-paket wisata hemat perlu dijawab dengan penawaran seperti program ‘Hot Deals’. Melalui kolaborasi antara pelaku wisata di bidang transportasi, hotel dan biro perjalanan dapat dibangun sebuah produk paket perjalanan yang ekonomis. Saat ini sedang digarap paket wisata dikisaran 300 USD untuk Jakarta Weekend Trip. Paket wisata seperti ini menyesuaikan preferensi wisatawan yang mengedepankan aspek ekonomis, jangka waktu wisata yang pendek namun berkesan. Catatan penting lainnya adalah kecenderungan pemanfaatan teknologi dan komunikasi digital yang telah menjadi sebuah keniscayaan. Bahwa lebih dari 70% wisatawan di Asia Tenggara (Amadeus-Journey of Me Insights/2017) membutuhkan WiFi dan signal komunikasi menandakan betapa pentingnya penyediaan layanan ini di setiap destinasi. Oleh sebab itu penerapan konsep smart tourism yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi perlu semakin dipacu dan diperbaiki. Berbagai gagasan, seperti pemanfaatan aset Pemprov yang berpotensi untuk menjadi destinasi baru, pengembangan wisata halal, penguatan aksesibilitas dan atraksi melalui kereta gantung di wilayah Ragunan  hingga ke Lenteng Agung menjadi beberapa contoh tema yang didiskusikan.

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics