• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Pulau Morotai Bangun Kolaborasi Pembangunan Kepariwisataan

Tantangan penguatan daya saing pariwisata ke depan dihadapkan dengan berbagai kendala klasik di berbagai wilayah nusantara, seperti keamanan, SDM, sarana prasarana, promosi, dan sebagainya. Kolaborasi pembangunan lintas pelaku dan sektor  dengan demikian menjadi salah satu kunci sukses menghadapi tantangan  peningkatan daya saing  yang berkelanjutan dan berkeadilan.  Salah satu upaya yang dilakukan oleh para champions yang berasal dari unsur masyarakat, pelaku usaha dan unsur pemerintah kabupaten Pulau Morotai adalah inisiasi pembentukan Kelompok Kerja Lokal (KKLP) atau yang juga dikenal sebagai Local Working Group (LWG) dalam pendekatan Destination Management Organization (DMO). Melalui program Asistensi Tata Kelola Destinasi Pariwisata dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) telah berlangsung berbagai pertemuan (stakeholder meeting) yang menghasilkan Komitmen Bersama tentang Pembangunan Destinasi Pariwisata Pulau Morotai dan sekitarnya, khususnya melalui penguatan tata kelola destinasi.  Pada tanggal 6 Desember 2015 bertempat di Hotel d’Aloha Pulau Morotai telah ditandatangani Komitmen Bersama dalam rangka penguatan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Pulau Morotai dan sekitarnya. Dalam sambutan Pj. Bupati yang disampaikan oleh Asda II Nona Duwila, SH. Msi. (foto: kanan) digarisbawahi  pentingnya komitmen seluruh pihak untuk bahu membahu membangun kepariwisataan di Pulau Morotai. Oleh sebab itu inisiasi pembentukan LWG DMO Morotai  memiliki nilai strategis sebagai ‘rumah bersama’ dalam mensinergikan program/kegiatan, mengidentifikasikan isu-isu strategis dan pembagian peran dari para aktor pembangunan yang bermuara pada penguatan kepariwisataan Pulau Morotai. Dalam kesempatan stakeholder meeting tersebut Agus Setiawan (foto: kiri) dari Kemenpar memberikan pencerahan tentang review sejarah Morotai dan  pendekatan eco-tourism yang cocok untuk diterapkan di Pulau Morotai. Fasilitasi Kemenpar melalui program Asistensi Tata Kelola Destinasi Pariwisata ditegaskan oleh Kabid Destinasi Pariwisata Khusus Torang Nasution (foto: tengah) telah direncanakan akan berlangsung hingga tahun 2019.  Saat ini telah terbangun berbagai inisiasi penguatan tata kelola destinasi pariwisata di daerah, khususnya di 25 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di seluruh nusantara. Dengan terbangunnya tata kelola kepariwisataan yang baik di Kabupaten Pulau Morotai diharapkan akan terjadi percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.     

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics