• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Sejahterakan Wilayah Perbatasan Kita!

 Salah satu isu utama yang kini jadi hangat dibicarakan melalui media masa saat ini adalah ketegangan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Banyak pembahasan yang mengulas dari sisi politik diplomasi, sosial, ekonomi, lingkungan dan aspek lainnya. Kebetulan LEKAD pada tahun 2009 lalu berkesempatan melakukan kajian tentang potensi pembangunan wilayah di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, khususnya terkait Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi dan Sintang. Dari kajian tersebut dapat disimpulkan betapa minimnya perhatian kita semua (pusat, daerah dan stakeholders pembangunan) terhadap pemanfaatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) sebagai instrumen strategis peningkatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan wilayah perbatasan. 
Para pemangku kebijakan baik pusat dan daerah masih belum menyadari pentingnya aliansi pembangunan antar daerah di wilayah perbatasan dalam rangka melakukan konsolidasi kekuatan kewilayahan. Kekuatan kewilayahan yang dimaksud adalah a.l. dalam konteks sosial-ekonomi, kemanan dan pertahanan serta lingkungan hidup. Pemanfaatan pengelolaan wilayah yang bersifat struktural (top down) dari atas telah terbukti masih menemui kendala klasik, sperti mis-koordinasi, tumpang tindih kepentingan dan mis-komunikasi pembangunan. 
Pendekatan Regional Management yang berbasis KAD sebagai instrumen startegis kewilayahan masih belum terdiseminasi dengan baik, khususnya untuk pengelolaan wilayah perbatasan. Hal ini merupakan sebuah tantangan untuk LEKAD dan seluruh pihak yang mengharapkan percepatan pembangunan wilayah perbatasan dapat segera terwujud. Kita akan tetap tertinggal apabila tetap mengedepankan pendekatan kewilayahan konvensional dan tidak berani mengambil langkah kebijakan inovatif dalam rangka memperkuat harkat dan martabat wilayah perbatasan kita!

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics