• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Teluk Wondama dan Nabire inisiasikan Aliansi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Teluk Cenderawasih

Ibarat satu batang lidi tentu rapuh dan mudah dipatahkan, namun bila banyak dan diikat bersama dalam satu kesatuan yang kokoh maka akan menjadi kuat dan lebih berdaya guna. Berbagai keterbatasan dan kendala pembangunan  di daerah saat ini semakin terasa melalui persaingan tingkat global. Dalam menghadapinya dipastikan daerah tidak mampu bekerja sendiri. Walaupun setiap daerah memiliki keunggulan, namun tetap saja membutuhkan dukungan sinergitas lintas sektor dan pelaku dalam konteks internal maupun external. Dengan demikian membangun jejaring kerja sama  antardaerah secara kewilayahan menjadi salah satu kunci sukses pembangunan daerah itu sendiri. Kesadaran akan perolehan pemberdayaan dan peluang pembangunan melalui kerja sama antardaerah ini terungkap dalam acara seminar bertajuk ‘Prospek Pengembangan Kepariwisataan Teluk Cenderawasih’ yang berlangsung pada tanggal 15 Desember 2015 di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama. Kegiatan ini didukung oleh WWF yang telah lama bekerja di kawasan Teluk Cenderawasih. Terobosan pembangunan kewilayahan ini akan mengambil tema pariwisata berwawasan lingkungan yang berkeadilan sebagai payung  program bersama. Kepala Bappeda Teluk Wondama Pither Lambe (foto kanan ) menggarisbawahi arti strategis kerjasama antardaerah, yaitu a.l. dalam rangka membuka dan memperluas aksesibilitas, daya tarik, sarana prasarana dan investasi. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Teluk Wondama Menase Banggo (foto kiri) menegaskan pentingnya membangun kepariwisataan yang berdaya saing melalui pendekatan Destination Management Organization (DMO). Kabupaten Teluk Wondama secara kewilayahan juga termasuk Kawasan Satrategis Pariwisata Nasional (KSPN). Perhatian Pusat sangat diharapkan untuk dapat ikut mendampingi dan mendorong inisiasi pembentukan DMO Regional Teluk Cenderawasih ke depan.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih Suprihatna (foto kanan) dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dalam paparannya memperlihatkan aspek pemberdayaan masyarakat lokal yang telah menjadi program kegiatannya. Tantangan dan sekaligus peluang untuk daerah-daerah di kawasan ini ke depan adalah bagaimana memadukan dan memberdayakan berbagai kebijakan para pengelola sektoral dalam sebuah platform tata kelola pembangunan kewilayahan agar menghasilkan kekuatan daya saing yang efektif.  Melihat kenyataan ini, Juswono  Budisetiawan (foto kiri ) dari WWF menegaskan bahwa fasilitasi pengembangan sistem manajemen kolaboratif  telah menjadi salah satu program dan urgen untuk diaplikasikan melalui penguatan jejaring kerja sama antardaerah di kawasan Teluk Cenderawasih.  Potensi pengembangan kepariwisataan di  kawasan ini sangat relevan untuk dikerjasamakan. Sebagai contoh, Nabire memiliki atraksi whale sharks dengan keunikan kelas dunia  dan Teluk Wondama memiliki berbagai dive spots yang tak kalah istimewanya dengan keindahan Raja Ampat, Wakatobi, Morotai, Derawan dan destinasi bahari lainnya di nusantara. Belum lagi kekayaan budaya, flora dan fauna di wilayah daratan yang memiliki keistimewaan tersendiri. Sudah saatnya daerah-daerah yang terkait di kawasan Teluk Cenderawasih membangun aliansi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan membawa kesejahteraan yang berkeadilan. Saat ini telah terbentuk Tim Terpadu yang bertugas mengembangkan tata kelola Taman Nasional Teluk Cenderawasih dari Kabupaten Teluk Wondama dan Nabire berdasarkan SK Bupati daerah terkait. Ketua Tim Terpadu Kabupaten Teluk Wondama Julianus Runaki (foto kiri) berharap DMO Regional Teluk Cenderawasih yang berfungsi sebagai platform tata kelola pariwisata di kawasan ini dapat segera terbangun. Untuk merealisasikannya, maka telah direncanakan pula kegiatan tindaklanjut melalui fasilitasi WWF yang akan dilaksanakan sekitar bulan Februari/Maret 2016. (Foto Awal: acara ramah tamah saat persiapan seminar antara Tim Terpadu Kabupaten Teluk Wondama, WWF dan TA DMO Pusat). 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics