• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

"Business Model" yang Tepat Jadi Salah Satu Kunci Sukses Pengelolaan Destinasi

Persaingan antar kawasan destinasi dalam mencapai sukses pengelolaan kepariwisataannya semakin dipengaruhi oleh pemanfaatan business model yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan. Hal ini menjadi salah satu kesimpulan yang digarisbawahi oleh Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kemenpar RI, Dr. Frans Teguh pada kesempatan diskusi bersama insan kepariwisataan di Ende, Flores  NTT (8/12/ 2017). Kegiatan pariwisata dipastikan adalah bisnis oleh sebab itu pemanfaatan business model yang tepat menjadi sebuah kebutuhan yang melekat, demikian ditekankan Prof. Yuwana Marjuka dalam dialog bersama peserta FGD.  Pada acara tersebut sempat teridentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan bisnis inklusif menurut para insan pariwisata di Flores yaitu a.l. kapasitas SDM, keterlibatan dan pemberdayaan (unsur-unsur swasta, masyarakat, pemerintah/pemda, akademisi dan media) serta aspek kearifan lokal. Setiap wilayah dengan berbagai potensi dan permasalahannya memiliki keunikan dan memerlukan pemanfaatan model bisnis yang juga sesuai dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, menyusun sebuah pedoman umum oleh pemangku kebijakan yang dapat menjadi rujukan di daerah menjadi penting untuk dilakukan. Hal ini tentu akan mempengaruhi penguatan kapasitas daya saing kawasan destinasi di daerah, yaitu melalui pemanfaatan business model yang kompetitif dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, keadilan dan bertanggung jawab.   

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics