• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Bergandengan Tangan Membangun Daya Saing Pulau Buton dan Sekitarnya

Semangat bersama untuk mengembangkan Pulau Buton sebagai salah satu magnet destinasi pariwisata  kelas dunia, telah membawa beberapa daerah terkait untuk melakukan aliansi pembangunan kepariwisataan. Inisiasi ini di dukung oleh NSLIC, National Support for Local Investment Climates  (NSLIC)/National Support for Enhancing Local and Regional  Economic  Development  (NSELRED)  yang merupakan    proyek    kerja  sama  antara  Pemerintah Indonesia (BAPPENAS) dan Pemerintah Canada melalui GAC (Global Affairs Canada) dengan focus pada  perbaikan  iklim  usaha  bagi  Koperasi  dan  UMKM  dan  memperkuat  kapasitas  Pemerintah Daerah  dalam pembangunan ekonomi lokal dan regional. Dukungan yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan Kerjasama Antar Daerah pada tanggal 17 September 2018 dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara Ibu Aqista Aryani Ali Mazi. Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Sultra menegaskan pentingnya membangun sinergitas lintas sektor untuk mencapai daya saing, khususnya dalam konteks kepariwisataan. Pengembangan produk industri kreatif, khususnya kerajinan dari hasil pemberdayaan masyarakat sangat erat relevansinya dengan sektor pariwisata. Menyatukan berbagai potensi daerah menjadi suatu kekuatan kewilayahan merupakan salah kunci sukses pembangunan. Oleh sebab itu kerja sama antardaerah menjadi pilihan strategis dalam praktek pembangunan ke depan.  

Pulau Buton dan sekitarnya membutuhkan terobosan strategis untuk memperkuat daya saing pembangunannya. Isu-isu seperti pelestarian lingkungan, SDM dan pengembangan Budaya bisa menjadi perekat KAD kewilayahan di kawasan ini. Hal ini terungkap dalam workshop yang yang didukung oleh Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Provinsi Sultra yang dihadiri langsung oleh Dr. Harmin Ramba selaku Kabiro. Dalam sambutannya Kabiro menggarisbawahi perhatian Pemprov terhadap inisiasi KAD kewilayahan untuk penguatan daya saing sekaligus percepatan pembangunan. Kepala Bappeda Kota Baubau H. Abdul Rahim pada sambutannya sebagai tuan rumah mengungkapkan rasa syukurnya terkait berbagai tanggapan terhadap inisiasi KAD Pulau Buton dan sekitarnya ini, karena memang sudah lama berharap untuk menggerakkan jaring sinergitas lintas daerah/pelaku dan sektor di wilayah ini.  Di sisi lain, Kepala Bappeda Kabupaten Buton Ahmad Mulia menyoroti berbagai penguatan kapasitas yang perlu ditindaklanjuti bersama. Untuk itu Pemprov melalui Biro Kerja sama dan Komunikasi Publik diharapkan dapat terus mengawal inisiasi ini bersama pihak terkait lainnya agar berjalan optimal. Selain perwakilan dari Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan dan Wakatobi hadir pula para pelaku usaha yang diwakili oleh ASITA dan PHRI. Ketua DPD ASITA Sultra Rahman Rahim pada kesempatan diskusi menekankan pentingnya penguatan komunikasi melalui jejaring kerjasama, termasuk dalam konteks kewilayahan (antardaerah). Ditegaskan kembali, bahwa pengembangan paket wisata bersifat multi sektor dan multi dimensi, termasuk lintas daerah. Oleh sebab itu membangun sinergitas untuk menghasilkan pelayanan dan program pembangunan menjadi mutlak diperlukan.

Sebagai tindaklanjut kegiatan telah disepakati untuk dilakukan pelatihan kelembagaan KAD. Penguatan kapasitas kelembagaan dibutuhkan agar platform KAD Pulau Buton dan sekitarnya dapat terbentuk dan siap menjalankan KAD secara optimal. 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics