• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Palembang Perkuat Konsolidasi Kepariwisataan

Kepariwisataan Palembang semakin berbenah menyongsong berbagai events internasional, khususnya terkait Asian Games 2018 mendatang. Sektor publik, swasta, masyarakat, akademisi dan media semakin dituntut untuk dapat bekerjasama secara sinergis. Untuk itu, Destination Management Organization (DMO) sebagai wadah komunikasi pembangunan lintas pelaku/sektor semakin mendapat sorotan. Hal ini terungkap dalam FGD yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI melalui Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata pada hari Selasa tanggal 5 Desember 2017 di Hotel Santika Palembang. Acara yang dibuka oleh Kabid Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Khabib Suwayah ini mengambil tema model bisnis destinasi berbasis korporasi sebagai fokus pembahasan. Berbagai pihak terkait kepariwisataan Palembang turut serta memberikan masukan konstruktif guna memperbaiki konsep pengembangan pengelolaan destinasi ke depan, khususnya yang terkait dengan model bisnis destinasi berbasis korporasi.

Prof. Yuwana Mardjuka dalam kesempatan diskusi mengamati semangat para pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan untuk melakukan konsolidasi pembangunan pariwisata secara kolaboratif. Proses sinkronisasi lintas pelaku/sektor seperti ini perlu dipastikan dapat berjalan secara berkelanjutan. Untuk itu beberapa model pengelolaan perlu dikaji lebih dalam rangka menemukan prototype yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pengembangan kepariwisataan. Berbagai pembelajaran, termasuk dari DMO Palembang dapat menjadi bahan untuk penguatan kapasitas kebijakan dan perencanaan ke depan.      

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics